STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN NARASI MODERASI BERAGAMA DI TIKTOK MELALUI ANALISIS FRAMING
DOI:
https://doi.org/10.63424/ahsanitaqwim.v3i3.685Keywords:
Religiuos Moderation , Islamic Religious, Education Teachers, tik tok, Framing AnalysisAbstract
This study explores the strategies of Islamic Education teachers in constructing narratives of religious moderation on TikTok through framing analysis. The research is motivated by the growing influence of social media in shaping religious perspectives and the spread of intolerant religious content in digital spaces. This study employed a qualitative descriptive approach, using non-participant observation, content documentation, and limited interviews. Data were analyzed using Entman’s framing model, focusing on problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings indicate that Islamic Education teachers frame religious moderation by emphasizing tolerance, balance, and inclusivity, while portraying extremism as a result of narrow religious understanding. The study concludes that TikTok can serve as an effective medium for promoting religious moderation when supported by appropriate communication strategies. However, the findings are context-specific and should be interpreted cautiously.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun narasi moderasi beragama di TikTok melalui analisis framing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk pemahaman keagamaan serta maraknya konten keagamaan yang intoleran di ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi nonpartisipan, dokumentasi konten, dan wawancara terbatas. Analisis data dilakukan menggunakan model framing Entman yang meliputi pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam membingkai moderasi beragama melalui penekanan nilai toleransi, keseimbangan, dan sikap inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berpotensi menjadi media efektif dalam penguatan moderasi beragama dengan strategi komunikasi yang tepat











