UPAYA PENDIDIK DALAM MENGATASI KRISIS MORALITAS SISWA DI MASA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
DOI:
https://doi.org/10.63424/ahsanitaqwim.v3i3.565Keywords:
Educators, Moral crisis, Students, Technological development.Abstract
The rapid development of digital technology has created significant impacts on students’ behavior and moral values within educational settings. While technology offers wide access to information and various learning opportunities, it also presents challenges such as gadget addiction, inappropriate online behavior, the spread of misinformation, and a decline in social empathy. This moral crisis requires educators to take a strategic role in designing pedagogical approaches that balance technological integration with character development. This study aims to analyze the various efforts made by educators to address the moral crisis experienced by students amid technological advancement, including instructional strategies, preventive approaches, and forms of supervision and guidance provided. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observations, interviews, and documentation studies in several educational institutions. The findings reveal that educators overcome moral degradation by implementing value-based character education, strengthening students’ digital literacy, fostering healthy communication between teachers and learners, and building partnerships with parents and communities in monitoring student behavior. Furthermore, the positive utilization of technology such as interactive learning media and educational digital platforms plays a supportive role in shaping students’ discipline and sense of responsibility. The study concludes that the success of educators in addressing moral crises largely depends on consistent mentoring, sensitivity to behavioral dynamics, and the ability to integrate moral values into every stage of the learning process.
Abstrak. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan moralitas siswa di lingkungan pendidikan. Di satu sisi, teknologi memberikan akses yang luas terhadap informasi dan peluang pembelajaran; namun di sisi lain, kemudahan tersebut seringkali menimbulkan persoalan moral, seperti kecanduan gawai, perilaku tidak sopan di dunia maya, penyebaran hoaks, hingga berkurangnya empati sosial. Krisis moralitas ini menuntut peran strategis pendidik dalam menciptakan pendekatan pedagogis yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pembinaan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai upaya pendidik dalam mengatasi krisis moralitas siswa di tengah arus perkembangan teknologi, termasuk strategi pembelajaran, pendekatan preventif, serta bentuk pengawasan dan pendampingan yang dilakukan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi di beberapa satuan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik berupaya mengatasi krisis moralitas dengan menerapkan pendidikan karakter berbasis nilai, memperkuat literasi digital siswa, membangun komunikasi yang sehat antara pendidik dan peserta didik, serta menjalin kerja sama dengan orang tua dan masyarakat dalam proses pengawasan perilaku siswa. Selain itu, pemanfaatan teknologi secara positif, seperti penggunaan media pembelajaran interaktif dan platform edukatif, turut membantu membentuk disiplin dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidik dalam menanggulangi krisis moralitas sangat bergantung pada konsistensi pendampingan, sensitivitas terhadap dinamika perilaku siswa, serta kemampuan mengintegrasikan nilai moral dalam setiap proses pembelajaran.











