KALIGRAFI SEBAGAI INTERPRETASI PERINTAH AL-QUR’AN DALAM PEMAKMURAN MASJID STUDI KASUS MASJID JAMI’ AL-HIDAYAH DESA HUTA TUNGGAL
DOI:
https://doi.org/10.63424/amsal.v3i3.739Keywords:
Calligraphy, Mosque, ProsperityAbstract
This study aims to analyze Calligraphy as an Interpretation of the Commands of the Qur'an in the Prosperity of Mosques: A Case Study of the Al-Hidayah Jami' Mosque, Huta Tunggal Village. The existence of calligraphy art in mosques and other places of worship is a reflection of the commitment of Muslims to respect and glorify sacred texts even though mosques are spread everywhere. Over time, mosques have become less crowded with worshippers. This is due to several factors, such as a lack of comfort and facilities, and a lack of engaging activities for the younger generation, leading to mosques being filled primarily by older people rather than young people. This study employed field research with a qualitative approach. Data collection was carried out using observation, interview and documentation techniques. The results of this study are expected The presence of calligraphy in the prayer room provides an additional dimension that enriches the spiritual atmosphere in the mosque. The congregation can feel the presence of the verses of the Qur'an through the calligraphy that decorates the walls and rooms inside the mosque. Calligraphy is closely linked to the Jami'Al-Hidayah Mosque, where it serves as an aesthetic element that enriches the spiritual experience of the congregation. The mosque's interior, adorned with beautiful calligraphy, not only provides a calming atmosphere but also reminds visitors of the sacred messages contained in the verses of the Quran and the Hadith. Through the placement of profound calligraphic works, the younger generation can learn to appreciate Islamic art and cultural heritage.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kaligrafi sebagai Interpretasi Perintah Al-Qur’an dalam Pemakmuran Masjid : Studi Kasus Masjid Jami’ Al-Hidayah Desa Huta Tunggal. Keberadaan seni kaligrafi di masjid dan tempat ibadah lainnya menjadi refleksi atas komitmen umat Islam untuk menghargai dan memuliakan teks-teks suci Meskipun masjid tersebar dimana-mana. Seiring berjalannya waktu, masjid menjadi sepi pengunjung jamaah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: kurangnya kenyamanan dan fasilitas masjid, kurangnya kegiatan yang menarik bagi generasi muda sehingga masjid hanya diisi orang tua ketimbang anak-anak muda. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach), dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan kehadiran kaligrafi dalam ruang ibadah memberikan dimensi tambahan yang memperkaya atmosfer spiritual di dalam masjid. Para jamaah dapat merasakan kehadiran ayat-ayat Al-Qur’an melalui kaligrafi yang menghiasi dinding dan ruang-ruang di dalam masjid. kaligrafi memiliki keterkaitan yang erat dengan Masjid Jami’Al-Hidayah, di mana kaligrafi berfungsi sebagai elemen estetika yang memperkaya pengalaman spiritual jamaah. Interior masjid yang dihiasi dengan kaligrafi yang indah tidak hanya memberikan nuansa yang menenangkan, tetapi juga mengingatkan para pengunjung akan pesan-pesan suci yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis. Melalui penempatan karya-karya kaligrafi yang mendalam, generasi muda dapat belajar untuk menghargai seni dan warisan budaya Isla.












