KONTROVERSI TENTANG KISAH GHARANIQ: STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN FAKHRUDDIN AR-RAZI DAN JALALUDDIN AS-SUYUTHITERKAIT QS. AL-HAJJ AYAT 52
DOI:
https://doi.org/10.63424/amsal.v2i1.174Keywords:
Gharaniq, Fakhruddin ar-Razi, Jalalaluddin as-Suyuthi, TafsirAbstract
Penelitian ini mengkaji QS. al-Hajj ayat 52 dalam konteks kisah gharaniq melalui studi komparatif penafsiran dua tokoh besar dalam sejarah tafsir, yaitu Fakhruddin Ar-Razi dan Jalaluddin as-Suyuthi. Kisah Gharaniq merujuk pada peristiwa yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. terpedaya oleh setan sehingga mengucapkan kalimat yang tidak termasuk bagian dari wahyu, yang kemudian menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemikiran dan pemahaman kedua mufassir dalam konteks kisah gharaniq terutama interpretasinya terhadap QS. al-Hajj ayat 52. Melalui metode deskriptif komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Fakhruddin ar-Razi secara jelas menentang kisah ini dengan memaparkan banyak argumen, sedangkan as-Suyuthi cenderung menerimanya terbukti dengan banyak menghadirkan riwayat mengenai gharaniq tanpa memberikan penolakan yang pasti.











